Portal Pengumuman

Pengumuman, Event, Beasiswa Pendidikan, Event Olahraga, Teknologi Terbaru, dan berbagai informasi terkini lainnya.

Loading...

Saturday, May 12, 2018

BMKG Rilis Informasi Prakiraan Hilal sebagai Penentu Awal Ramadhan 1439H/2018


Sumber: BMKG

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) pada (3/5) yang lalu telah menerbitkan informasi mengenai Prakiraan Hilal saat matahari terbenam pada tanggal 15 Mei dan 16 Mei 2018 yang dapat digunakan sebagai informasi awal dalam upaya penentuan awal Bulan Ramadhan 1439H tahun ini.

Dalam rilis resminya, diinformasikan bahwa BMKG selaku institusi pemerintah yang  memiliki tugas dan fungsi dalam penyediaan data dan informasi terkait kondisi meteorologi dan geofisika (termasuk di dalamnya adalah data dan informasi mengenai tanda waktu penentuan awal bulan Hijriyah) menyampaikan beberapa informasi terkait penentuan awal Bulan Ramadhan 1439H, yang meliputi:

  • Informasi Waktu Konjungsi (Ijtima') dan Waktu Terbenam Matahari Data Hilal saat Matahari terbenam untuk Beberapa Kota di Indonesia;
  • Peta Ketiggian Hilal;
  • Perta Elongasi;
  • Peta Umur Bulan;
  • Peta Lag;
  • Peta Fraksi Illuminasi;
  • Informasi mengenai objek astronomis lainnya yang berpotensi mengganggu Rukyat Hilal.
Data dan informasi tersebut disampaikan BMKG dalam laporan setebal 81 halaman yang diunggah di laman resmi BMKG.

Secara ringkas, simpulan dari laporan tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
  1. Konjungsi atau ijtima' akan kembali terjadi pada hari Selasa, 15 Mei 2018 M, pukul 11:48 UT atau pukul 18:48 WIB atau pukul 19:48 WITA atau pukul 20:48 WIT. Pada tanggal tersebut, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17:27 WIT di Merauke, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18:47 WIB di Sabang, Aceh. Dengan memerhatikan waktu konjungsi dan Matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi setelah Matahari terbenam tanggal 15 Mei 2018 di wilayah Indonesia;
  2. Secara astronomis pelaksanaan rukyat Hilal penentu awal Bulan Ramadhan 1439H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya adalah setelah Matahari terbenam tanggal 16 Mei 2018. Sementara bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal Bulan Ramadhan 1439H, perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab saat Matahari terbenam tanggal 16 Mei 2018 tersebut;
  3. Ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 15 Mei 2018 berkisar antara -1.64° di Melonguane, Sulawesi Utara sampai dengan -0.05° di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Adapun ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 16 Mei 2018 berkisar antara 10.76° di Merauke, Papua sampai dengan 12.34° di Sinabang, Aceh;
  4. Elongasi saat Matahari terbenam tanggal 15 Mei 2018 di Indonesia berkisar antara 4.74° di Tua Pejat, Sumatera Barat sampai dengan 5.37° di Jayapura, Papua. Adapun Elongasi saat Matahari terbenam tanggal 16 Mei 2018 di Indonesia berkisar antara 11.52° di Merauke, Papua sampai dengan 13.31° di Sabang, Aceh;
  5. Umur Bulan di Indonesia pada tanggal 15 Mei 2018 berkisar antara -3.35 jam di Merauke, Papua sampai dengan -0.02 jam di Sabang, Aceh. Sementara umur Bulan di Indonesia pada tanggal 16 Mei 2018 berkisar antara 20.65 jam di Merauke, Papua sampai dengan 23.99 jam di Sabang, Aceh;
  6. Lag saat Matahari terbenam di Indonesia tanggal 15 Mei 2018 berkisar antara -5.82 menit di Melonguane, Sulawesi Utara sampai dengan 0.97 menit di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Adapun Lag saat Matahari terbenam di Indonesia tanggal 16 Mei 2018 berkisar antara 50.36 menit di Jayapura, Papua sampai dengan 57.13 menit di Sinabang, Aceh;
  7. FIB pada tanggal 15 Mei 2018 berkisar antara 0.172% di Tua Pejat, Sumatera Barat sampai dengan 0.22% di Jayapura, Papua. Adapaun FIB pada tanggal 15 Mei 2018 berkisar antara 1.012% di Merauke, Papua sampai dengan 1.349% di Sabang, Aceh;
  8. Pada tanggal 15 Mei 2018, hampir di seluruh wilayah Indonesia Bulan terbenam lebih dahulu daripada Matahari sehingga informasi objek astronomis lainnya yang berpotensi mengacaukan rukyat menjadi tidak diperlukan. Adapun pada tanggal 16 Mei 2018, dari sejak Matahari terbenam hingga Bulan terbenam di seluruh Indonesia terdapat bintang Aldebaran dengan posisi kurang dari 5° di atas Bulan.
Untuk lebih lengkap dan jelasnya, anda dapat langsung menuju laman pengumuman resmi dari BMKG ini, ataupun langsung menuju file laporan dari BMKG ini


Sumber: http://www.bmkg.go.id/press-release/?p=informasi-prakiraan-hilal-saat-matahari-terbenam-tanggal-15-dan-16-mei-2018-m-penentu-awal-bulan-ramadlan-1439-h&tag=press-release&lang=ID


No comments:

Post a Comment