Portal Pengumuman

Pengumuman, Event, Beasiswa Pendidikan, Event Olahraga, Teknologi Terbaru, dan berbagai informasi terkini lainnya.

Loading...

Friday, May 11, 2018

Ini dia Report dari Admitad dan Austrade, Affiliate Marketer Wajib Tahu (Bagian 1)


Anda seorang Die Hard Affiliate Marketer? Nah, bagi anda yang memang menggeluti bisnis online sebagai affiliate marketer nampaknya anda perlu selalu mengupgrade informasi dan pengetahuan anda mengenai pergerakan pasar/market, khususnya market e-commerce. Kabar baiknya, hari ini Admitad GmbH, salah satu affiliate network besar di Eropa yang diluncurkan sejak 2010, mem-publish Report-nya yang menggambarkan landscape bisnis ecommerce selama tahun 2017. Untuk itu, sebagai Die Hard Affiliate Marketer maupun pebisnis online anda wajib tahu informasi yang terdapat dalam Laporan ini!

Admitad sendiri saat ini sudah bekerjasama dengan 1.583 pengiklan di berbagai belahan dunia, dan juga 721.372 publisher, dengan target total 5 juta pengunjung per hari. Menurut laman resminya, pertumbuhan turnover bulanan Admitad bahkan mencapai 15-20%.

Nah, berikut ini beberapa temuan menarik yang dilaporkan Admitad dalam Admitad Annual Report 2017/2018.

Sumber: Admitad

Temuan Umum

Secara umum menurut temuan dari Admitad dalam laporan setebal 160-an halaman ini, tren utama untuk pasar bisnis online pada tahun 2017/2018 adalah mobile commerce. Artinya, semakin banyak orang yang memanfaatkan aplikasi untuk melakukan pembelian secara online (dibandingkan melalui desktop/web).

Menurut Statista seperti dikutip oleh Admitad, keuntungan yang dihasilkan dari pembelian melalui mobile platform naik 30% di tahun 2017 menjadi US $550 billion dibandingkan di tahun 2016. Diramalkan pada tahun 2018 ini akan terjadi penambahan kenaikan penjualan sebesar 20% melalui platform mobile.

Beberapa faktor yang turut mempengaruhi peningkatan tersebut menurut Statista antara lain: semakin mudahnya melakukan pembelian/pembayaran melalui smartphone, adanya inovasi baru yang meningkatkan sekuritas transaksi (seperti misalnya adanya inovasi teknologi berupa fingerprint sensor), serta maraknya penawaran-penawaran melalui push notifications.

Sedangkan menurut salah satu firma e-commerce marketing di Amerika, Absolunet sebagaimana dikutip dalam Admitad Report tersebut, total trafik mobile commerce akan mencapai 70% dari keseluruhan trafik internet di Amerika. Tentu saja ini tidak serta merta berlaku di negara lain. Akan tetapi, figur ini paling tidak dapat memberikan gambaran secara umum mengenai pertumbuhan mobile commerce dalam beberapa waktu ke depan.

Selain itu, dengan kemajuan yang telah dicapai dalam teknologi tracking saat ini, perusahaan atau advertiser dapat memantau ketertarikan pengguna internet dengan mudah dan dapat melakukan kustomisasi penawaran per user basis. Artinya, penawaran barang atau jasa secara online akan semakin canggih dalam menyesuaikan dengan ketertarikan/preferensi calon konsumen yang pada akhirnya akan meningkatkan peluang terjadinya konversi.

Hal menarik lainnya, dari seluruh responden yang disurvei, sebanyak 85% percaya dengan testimonial online sebagaimana mereka juga percaya dengan testimonial yang langsung mereka dengar sendiri in person. Tentunya hal ini menjadi kabar baik bagi para penjual online/dropshipper/affiliate marketer dimana mereka dapat melancarkan strategi "testimonial konsumen" di landing page mereka.

Namun demikian, selain tren positif tersebut Admitad juga melaporkan adanya tren negatif khususnya tren yang akan mempengaruhi para penjual online/dropshipper/affiliate marketer. Tren ini adalah tren meningkatnya instalasi ad blocker di perangkat mobile dan juga desktop. Di akhir tahun 2018, diperkirakan 30% dari pengguna internet akan memasang add ons ad blocker. Tentunya hal ini dapat berimbas pada menurunnya tingkat pendapatan para publisher iklan baik yang berupa CPC maupun CPA.

Sumber: Admitad
Apabila dilihat secara keseluruhan, jumlah penjualan melalui pasar online (e-commerce) di seluruh dunia dirajai oleh China dengan total penjualan sebesar US $600 billion, diikuti Amerika Serikat dengan US $475 billion. Sementara penjualan barang dan jasa online di Eropa justru kurang begitu besar secara volume dibandingkan dengan di Asia maupun Amerika.
         

Kategori Produk Terpopuler

Berdasarkan laporan tersebut, kategori produk online shop yang paling populer untuk dibeli secara online adalah buku, musik, film, dan video game online. Artinya, dari survei yang diadakan sebesar 60% konsumen membeli produk tersebut melalui online shop. Pada posisi berikutnya barang-barang elektronik dan komputer menduduki peringkat kedua barang yang populer dibeli secara online dengan konsumen sebanyak 43% yang membeli online.

Sumber: Admitad
Sementara itu, produk clothing dan sepatu atau alas kaki lain berada pada posisi ketiga yang menarik dibeli secara online (40% dari responden membeli secara online). Sisanya, barang mainan memiliki tingkat kepopuleran sebesar 39%, produk kesehatan dan kecantikan sebesar 37%, dan produk peralatan olahraga berada pada peringkat paling buncit dengan tingkat kepopuleran sebesar 36%.

Namun demikian, angka-angka tersebut merupakan angka secara garis besar. Secara riil, angka tersebut dapat berbeda tergantung dari lokasi penjualan.

Di Amerika misalnya, menurut Statista, barang mainan, hobi dan barang DIY (do it yourself) menjadi barang yang paling banyak mengisi pasar bisnis online dari sisi volume.

Dari sisi konsumen, kebanyakan konsumen di AS melakukan pembelian secara spontan. Sebanyak 66% dari calon konsumen mencari-cari produk melalui website Walmart, Target, dan BestBuy. Hanya sekitar 30% yang mencari produk melalui Google, Yahoo atau mesin pencari lainnya.

Dari total jumlah pembelian online di AS, sebanyak 40% pembelian dilakukan melalui smartphone. Hal ini menunjukkan tingginya prospek penjualan melalui perangkat mobile. Namun demikian, para konsumen tersebut lebih senang membeli melalui aplikasi dan bukan melalui web. Hal ini tentunya menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi anda para affiliate marketer, dropshipper atau penjual online untuk menyediakan minimal website yang mobile ready apabila anda tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk menciptakan sebuah aplikasi mobile.

Sementara itu, kabar menariknya bagi para publisher iklan CPC atau CPA adalah bahwa belanja advertising di AS tahun 2017 lalu jauh lebih tinggi dari belanja iklan melalui saluran TV. Menurut Statista, pengeluaran untuk pembiayaan iklan online tahun 2017 di AS adalah sebesar US $ 86 billion, lebih besar 21% dibandingkan anggaran belanja untuk advertisement melalui TV.

Sedangkan di negara tetangga Amerika Serikat, Canada, produk pakaian dan alas kaki menduduki  peringkat pertama dalam volume penawaran di pasar online, yakni sebesar US $ 7 billion, diikuti barang elektronik dan media space.

Penduduk Canada yang paling aktif dalam melakukan transaksi online adalah konsumen dengan rentang usia antara 18-44 tahun. Jadi bagi anda yang ingin menyasar target market di negara Canada, tentunya rentang usia ini akan sangat cocok dijadikan daftar audience untuk iklan anda.

Namun demikian, di Canada, konsumen lebih senang membeli melalui website e-commerce lokal dengan alasan bahwa ongkos kirim dapat sangat mahal apabila membeli melalui website internasional. Tentunya ini menjadi tantangan tersendiri bagi para affiliate marketer maupun pebisnis online.

Sumber: Admitad

Total revenue dari penjualan online di Canada mencapai US $ 99.4 juta pada tahun 2017, naik lebih dari 5 kali lipat dibandingkan tahun 2016. Apabila dilihat dari kategori barang yang paling laris, maka barang-barang impor dari China menduduki peringkat pertama dengan 74.6% market share, jauh mengungguli produk/servis Tourism (8.6%), pakaian dan alas kaki (7%), alat elektornik/digital dan alat rumah tangga (6.4%). Sedangkan kategori kesehatan dan kecantikan, perlengkapan anak/bayi, furniture, gift, berada di kisaran kurang dari 1% saja.

Sumber: Admitad

Tidak hanya di Benua Amerika, ternyata tren pembelian barang-barang dari China secara online juga terjadi di Eropa. Di Perancis, barang-barang impor dari China menduduki peringkat pertama dengan 53.9% market share, begitu juga dengan di Jerman dimana barang-barang impor dari China menduduki peringkat pertama dengan 44.3% market share.

Bedanya, di Jerman posisi dua ditempati oleh Tourism product/services, sedangkan konsumen Perancis sepertinya lebih menyukai fashion ketimbang wisata dengan market share sebesar 27,1% untuk apparel & shoes.

Selain menampilkan data dari Perancis dan Jerman, Admitad juga menampilkan data dari beberapa negara Eropa lain seperti Inggris, Spanyol, Rusia, Kroasia yang secara umum juga menampilkan figur yang kurang lebih mirip.

Kategori Produk Online Terpopuler di Asia

Sementara itu, di China, menurut laporan Admitad sejumlah 17% dari total penjualan retail berasal dari e-commerce. Angka ini menurut Godman Sachs akan menggelembung menjadi 25% pada 2020.

Secara umum, konsumen dari China lebih banyak bertransaksi secara online melalui website Jepang (44%), website Korea Selatan (38.8%), website Amerika Serikat (38.5%), website Perancis (25%) dan website Jerman (22%). Dengan 45% populasi menggunakan smartphone, menurut iResearch, 70% pembelian online dilakukan melalui smartphone.

Hal yang menarik adalah, kategori produk online terpopuler adalah produk Kesehatan dan Kecantikan yang merajai market share sejumlah 41.5%, diikuti Tourism product/services dengan 34%. Sedangkan barang dari dalam negeri China sendiri hanya menempati urutan ketiga dengan proporsi pembelian sebanyak 15.3%.

Sumber: Admitad

Sedangkan di India, Toursim product and services merupakan yang terlaris di pasar bisnis online India. Produk terlaris kedua adalah barang-barang dari hypermarket, diikuti dengan produk apparel dan sepatu.

Namun demikian konsumen di India nampaknya lebih suka membayar langsung setelah barang dikirim (COD) (57%), sementara sisanya membayar melalui kartu debit maupun kartu kredit. Tentunya hal ini akan menjadi tantangan berat khususnya bagi para dropshipper yang mentargetkan market kepada calon konsumen di India.

Tertarik menjadi bagian dari Admitad Affiliate Marketer? Daftar di sini! (yes, this is an affiliate link)

(Bersambung ke Bagian 2)


No comments:

Post a Comment