Portal Pengumuman

Pengumuman, Event, Beasiswa Pendidikan, Event Olahraga, Teknologi Terbaru, dan berbagai informasi terkini lainnya.

Loading...

Sunday, May 13, 2018

Ini dia Report dari Admitad dan Austrade, Affiliate Marketer Wajib Tahu (Bagian 2)


Sumber: pixabay.com
Pada Bagian Pertama dari tulisan ini, kami telah membahas mengenai Temuan Umum Admitad tentang pasar e-commerce di beberapa negara dimana Admitad beroperasi, diantaranya US dan Canada di Benua Amerika; Rusia, Perancis, Jerman, Spanyol di Benua Eropa, serta China dan India memakili Benua Asia.

Secara umum, seperti telah dibahas pada tulisan sebelumnya,  tren utama yang wajib diantisipasi para Internet Marketer (IM) baik para Affiliate Marketer, Penjual Online, Dropshipper, maupun Publisher periklanan adalah kecenderungan terhadap penggunaan Mobile Commerce di tahun 2017/2018 ini.

Semakin mudahnya dan semakin baiknya UX yang ditawarkan aplikasi mobile (native) menjadikan berbelanja online melalui aplikasi mobile sebuah primadona baru dibandingkan berbelanja melalui web di desktop.

Sebagaimana dilaporkan Admitad, faktor yang mempengaruhi tren ke arah Mobile Commerce antara lain: semakin mudahnya melakukan pembelian/pembayaran melalui smartphone, adanya inovasi baru yang meningkatkan sekuritas transaksi (seperti misalnya adanya inovasi teknologi berupa fingerprint sensor), serta maraknya penawaran-penawaran melalui push notifications.

Selain itu, Bagian 1 yang lalu juga membahas mengenai Kategori Produk terpopuler baik di pasar Benua Amerika, Eropa maupun di Benua Asia.

Nah, pada Bagian 2 ini, melanjutkan pembahasan pada Bagian 1, kami akan menyampaikan rangkuman mengenai Laporan Austrade terhadap potensi market e-commerce di Indonesia.

Sebagaimana dikutip dari market profile Indonesia yang disusun Austrade ini, Indonesia dinilai sebagai salah satu negara dengan kekuatan pasar yang besar di dunia. Apabila diukur dari GDP Indonesia berada di urutan ke-16, sementara jika diukur dari Purchasing Power Parity (PPP) atau daya beli masyarakat Indonesia berada pada urutan ke-8 dunia.

Dengan jumlah penduduk yang besar, diperkirakan lebih dari 254 juta penduduk saat ini dan 45 juta penduduk kelas konsumen, maka Indonesia merupakan salah satu pasar yang sangat potensial.

Laporan berjudul "E-Commerce in Indonesia, A Guide for Australian Business" setebal 26 halaman ini merupakan laporan yang dipersiapkan oleh Amplitude bersama dengan Commonwealth of Australia represented by the Australian Trade and Investment Commission (Austrade).

Dikutip dari Laporan tersebut, sejak 2014 Indonesia menikmati pertumbuhan pasar yang signifikan yaitu tumbuh sebesar 60-70% per tahun dari US $ 8 billion pada 2016 diperkirakan menjadi sekitar US $ 60 billion pada 2020 nanti.

Beberapa faktor paling krusial dalam mempengaruhi tren pertumbuhan ini antara lain: penetrasi internet dan smartphone di berbagai lapisan masyarakat, investasi luar negeri yang masif pada platform-platform utama pasar, pertumbuhan middle-class, dan semakin banyaknya pilihan sistem pembayaran online.

Munculnya berbagai situs e-commerce baik B2C, dan C2C di Indonesia beberapa tahun belakangan semakin menggugah pasar jual beli online. Menurut Google and Temasek sebagaimana dikutip dalam Laporan tersebut, jumlah online shoppers di Indonesia di tahun 2015 mencapai 18 juta orang dan diperikarakan akan melonjak hingga 119 juta orang di tahun 2025.

Sementara itu menurut data McKinsey Global Institute seperti dilansir di Laporan Austrade itu, jumlah kelas konsumen (consumer class / middle class) dapat melonjak dari 45 juta orang pada tahun 2010 menjadi 135 juta orang pada 2030.

Hal ini tentunya dapat memberikan gambaran bertapa besarnya pasar Indonesia bagi para IM, Affiliate Marketer, Dropshipper dan Penjual Online di Indonesia. Namun demikian, apabila anda memiliki visi bisnis yang melampaui wilayah administrasi Indonesia, maka mungkin anda juga perlu mencermati data bahwa jumlah kelas konsumen di China dan India jauh lebih tinggi dari jumlah kelas konsumen di Indonesia, dengan kisaran 600-800 juta orang di tahun 2050.

Sumber: HSBC, sebagaimana dikutip dalam Laporan Austrade
Sedangkan jumlah transaksi online terbanyak di Indonesia menurut laporan tersebut terjadi di beberapa tipe website berikut ini: 
  • Online marketplace (B2C)
  • Website penjualan langsung (direct sales)
  • Consumer-to-consumer (C2C) marketplaces
  • Website dari pemegang merk/brand sendiri
  • Situs Flash Sale
Sementara itu beberapa "pemain besar" yang terdapat di Indonesia yang merupakan pasar potensial tempat "bertemunya" penjual dan pembeli secara online paling tidak yaitu:
  • Lazada (online marketplace/B2C dan direct sales/penjualan langsung lazada)
  • Tokopedia (pasar C2C online terbesar di Indonesia)
  •  Bukalapak (pasar C2C online terbesar kedua di Indonesia)
  • Shopee (C2C)
  • Elevenia (C2C)
  • Blibli (direct sales)
  • Matahari Mall (B2C)
  • serta berbagai e-commerce niche khusus seperti Zalora, RupaRupa, dsb
Apabila dilihat dari trafik, maka trafik tertinggi masih dipegang oleh Lazada dengan 51 juta kunjungan per bulan. Sementara sebagai perbandingan, Bukalapak meraih total kunjungan sebesar 28.3 juta kunjungan per bulan. Affiliate Marketer jeli tentunya dapat melihat angka-angka ini dengan jelas dan bagaimana potensinya bisa dimanfaatkan.

Sumber: Amplitude, sebagaimana dikutip dalam  Laporan Austrade

Lalu, kategori produk apa saja yang paling menjanjikan?

Berikut ini frekuensi keyword pencarian produk di Google yang dilaporkan Amplitude dalam Laporan Austrade.

Sumber: Amplitude, sebagaimana dikutip dalam  Laporan Austrade
Dari sini, terlihat bahwa bagi konsumen di Indonesia ternyata produk kecantikan dan personal care masih merajai volumen pencarian, yang dapat juga merepresentasikan tingginya permintaan. Pada urutan berikutnya, produk pakaian/clothing ada di urutan kedua. Sementara itu, produk kesehatan hanya berada di urutan ke-6.

Bagi anda para affiliate marketer ataupun dropshipper yang menawarkan produk online pihak lain, ada baiknya anda melihat profil ini dan melakukan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan berdasarkan informasi yang ada tersebut sehingga usaha anda dapat mendapatkan trafik yang lebih tinggi dan diharapkan juga meraih konversi lebih tinggi.


Sumber: https://www.austrade.gov.au/ArticleDocuments/1358/E-commerce-in-Indonesia-Guide.pdf.aspx




No comments:

Post a Comment