Portal Pengumuman

Pengumuman, Event, Beasiswa Pendidikan, Event Olahraga, Teknologi Terbaru, dan berbagai informasi terkini lainnya.

Loading...

Wednesday, May 9, 2018

Ini Dia Syarat Kesehatan Jemaah Haji dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi


Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah belum lama ini merilis Informasi mengenai syarat kesehatan jemaah haji yang wajib dipenuhi oleh calon jemaah haji khususnya dari Indonesia. Informasi mengenai persyaratan ini disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi lewat Nota Diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta Nomor 211-561 tanggal 22 Maret 2018.

Menurut informasi yang dilansir dari laman resmi Kementerian Agama RI, selain dipersyaratkan bagi para jemaah/calon jemaah haji, persyaratan kesehatan tersebut juga diperuntukkan bagi para pengunjung Kota Mekkah, Madinah, dan Jeddah yang tidak bermaksud untuk melaksanakan ibadah haji.

Sumber: pixabay.com
Dalam dokumen tersebut, ketentuan persyaratan kesehatan jamaah haji dan umrah tahun 2018/1439H yang diminta oleh pihak Arab Saudi antara lain diwajibkannya para calon jemaah haji dan umrah, pekerja musiman, atau pengunjung yang memiliki tujuan lain untuk menyerahkan sertifikat imunisasi meningitis yang masih berlaku. Imunisasi tersebut selambat-lambatnya dilakukan 10 hari sebelum keberangkatan ke Arab Saudi sebagai salah satu syarat mendapatkan visa.

Vaksin meningitis yang diterima adalah ACYW135 poliksarida, dengan ketentuan tidak melebihi tiga tahun sejak disuntikkannya vaksin tersebut. Selain itu diterima juga vaksin ACYW135 konjugat dengan ketentuan tidak melebihi lima tahun sejak dilaksanakannya vaksin tersebut.

Informasi mengenai jenis vaksin dan waktu/tanggal pelaksanaan vaksinasi secara jelas pada sertifikat imunisasi yang diterbitkan.

Selain imunisasi meningitis, Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga menganjurkan para jamaah/calon jamaah haji dan umrah untuk melakukan vaksinasi influenza musiman sebelum bertolak ke Arab Saudi, khususnya untuk para lansia, ibu hamil dan anak di bawah 10 tahun, sekurang-kurangnya 10 hari sebelum hari keberangkatan.

Pemerintah Arab Saudi juga menghimbau agar para calon jemaah haji dan umrah untuk mewaspadai berbagai penyakit lain seperti MERS dan infeksi pernafasan lain dengan cara menjauhi bersentuhan langsung dengan unta, tidak mengonsumsi susu unta yang belum dimasak/pasteurisasi dan daging unta yang belum dimasak dengan baik. Selain itu para calon jamaah juga diminta menggunakan masker sebagai salah satu bentuk perlindungan terhadap kuman penyakit, serta selalu mencuci tangan dengan air sabun/antiseptik.

Bagi para calon jamaah juga perlu memperhatikan bahwa makanan yang boleh masuk ke Arab Saudi adalah makanan kemasan untuk konsumsi pribadi dalam jumlah sedikit dan berada dalam kemasan yang mudah dilihat. Sementara untuk mencegah dehidrasi karena suhu panas, para jemaah dihimbau memperbanyak asupan cairan dan berdiam lebih lama di dalam tenda apabila suhu sangat tinggi.

Untuk informasi lebih lengkap, anda dapat melihat di laman resmi Kementerian Agama ini.



No comments:

Post a Comment