Portal Pengumuman

Pengumuman, Event, Beasiswa Pendidikan, Event Olahraga, Teknologi Terbaru, dan berbagai informasi terkini lainnya.

Loading...

Friday, May 25, 2018

Peneliti MIT Kembangkan Armada Perahu Otomatis untuk Taxi Masa Depan di Perairan


Transportasi sungai di Venice, Italia. Sumber: pixabay.com / Gellinger

Kota-kota di dunia yang salah satu jaringan transportasi utamanya melalui air baik berupa sungai, danau, maupun kanal seperti Amsterdam, Venice, Bangkok ataupun beberapa kota dengan sungai besar di Indonesia seperti di sebagian Sumatera dan Kalimantan agaknya di masa mendatang mempunyai peluang menerapkan teknologi yang dikembangkan para peneliti MIT baru-baru ini.

Pasalnya, para peneliti dari MIT’s Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory (CSAIL) dan Senseable City Lab di Department of Urban Studies and Planning (DUSP) sedang mengembangkan alat transportasi berupa perahu yang mampu bergerak secara otomatis dengan bantuan Artificial Intelligence (AI).

Sebagaimana dimuat dalam laman resmi MIT, armada perahu otomatis yang dikembangkan ini dapat dimanfaatkan untuk mengirimkan barang maupun memuat orang dan mampu bergerak dan bermanuver secara otomatis dari tempat asal ke tempat tujuan. Dengan adanya armada ini, diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas khususnya di jalan raya.

Perahu ini sendiri merupakan perahu yang berbentuk kotak berukuran panjang 4 meter dengan lebar 2 meter yang dilengkapi sensor-sensor, mikrokontroler, modul GPS, serta berbagai perangkat keras lain dan telah diprogram sehingga mampu membentuk formasi-formasi bersamaan dengan perahu lain dalam satu kesatuan armada. Formasi yang dapat dibentuk antara lain formasi jembatan apung, panggung konser terapung, dek yang dapat digunakan untuk pasar terapung, dan berbagai bentuk lain.

Proyek ini sendiri sebetulnya merupakan bagian dari proyek "Roboat", yaitu sebuah proyek kolaborasi antara MIT Senseable City Lab dan the Amsterdam Institute for Advanced Metropolitan Solutions (AMS).

Beberapa keunggulan dari armada perahu yang dikembangkan ini antara lain membutuhkan sedikit waktu untuk fabrikasi, desain yang efisien dan lebih lincah, serta dilengkapi algoritma trajectory-tracking yang dapat meningkatkan kualitas kontrol dan presisi pergerakan (docking, latching).

Salah satu keunggulan yang diterapkan pada armada perahu ini adalah penerapan algoritma non-linear model predictive control (NMPC) yang sering juga dipakai sebagai algoritma navigasi yang dibenamkan pada robot-robot terkini untuk memudahkan pergerakan pada medan dengan berbagai halangan dan rintangan.

Beberapa hal yang masih menjadi catatan bagi para peneliti di CSAIL adalah bahwa pergerakan perahu sangat dipengaruhi juga pergerakan gelombang atau riak air baik yang terjadi dikarenakan angin maupun riak air yang ditimbulkan oleh pergerakan kapal lain khususnya kapal yang lebih besar. Dengan diatasinya permasalahan ini para peneliti berharap teknologi ini menjadi lebih sempurna.


Sumber: http://news.mit.edu/2018/fleet-autonomous-boats-service-cities-reducing-road-traffic-0523



No comments:

Post a Comment