Portal Pengumuman

Pengumuman, Event, Beasiswa Pendidikan, Event Olahraga, Teknologi Terbaru, dan berbagai informasi terkini lainnya.

Loading...

Tuesday, May 1, 2018

PT Jababeka Tbk Umumkan Kinerja Keuangan Kuartal I 2018


Sumber: PT Jababeka

PT Jababeka Tbk (KIJA) pada 30 April 2018 kemarin mengumumkan kinerja keuangan perusahaan tersebut pada Kuartal Pertama Tahun 2018. Berdasarkan siaran pers yang dimuat laman PT Bursa Efek Indonesia (IDX), pada Q1 Tahun 2018 ini PT Jababeka Tbk berhasil membukukan total penjualan dan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 493.3 Milyar. Hal ini menunjukkan penurunan sebear 31 persen apabila dibandingkan dengan pendapatan perusahaan pada Q1 tahun sebelumnya (2017).

Peningkatan pendapatan tercatat masuk dari lini bisnis bidang land development dan properti yang membukukan peningkatan kinerja sebesar 7 persen menjadi Rp 207.7 Miliar pada Kuartal Pertama 2018 ini.

Hal ini sebagian besar dipengaruhi adanya peningkatan penjualan pada segmen bisnis perumahan dan komersial di Cikarang sebesar tujuh kali lipat yang mencapai Rp 105 Miliar.

Sementara itu, penurunan justru terjadi pada penjualan di lini bisnis yang sama di Kendal yang menurun drastis dari Rp 95 Miliar pada Kuartal Pertama 2017 menjadi hanya Rp 16 Miliar saja pada Kuartal Pertama tahun ini. Penurunan yang tak kalah tinggi juga terjadi pada lini bisnis infrastruktur yang tercatat menurun sebesar 47% menjadi Rp 258.7 Miliar yang merupakan efek dari Reverse Shutdown pembangkit listrik Bekasi Power.

Namun demikian, penurunan tersebut tidak membuat kinerja perolehan laba kotor perusahaan turun. Laba kotor perusahaan justru tercatat meningkat 16 persen yaitu mencapai Rp 287 Miliar pada Kuartal Pertama 2018. Sedangkan margin laba kotor konsolidasi naik menjadi 58% pada perempat tahun pertama 2018 dari sebelumnya sebesar 35% pada Q1 2017.

Laba bersih perseroan sendiri tercatat menurun menjadi Rp 15.8 Miliar pada Q1 2018 dibandingkan Kuartal Pertama 2017 sebesar Rp 66.8 Miliar. Hal ini lebih banyak disebabkan karena adanya dampak penurunan nilai tukar mata uang. Kerugian akibat selisih kurs Q1 2018 ini tercatat mencapai Rp 69.8 Miliar. Bila potensi kehilangan laba dari selisih kurs ini tidak diperhitungkan, sebenarnya laba bersih perseroan naik dari Rp 44.7 Miliar pada Q1 2017 menjadi Rp 85.7 Miliar pada Q1 2018.

Sumber: Laman Pengumuman IDX


No comments:

Post a Comment