Portal Pengumuman

Pengumuman, Event, Beasiswa Pendidikan, Event Olahraga, Teknologi Terbaru, dan berbagai informasi terkini lainnya.

Loading...

Saturday, June 2, 2018

Pusing dengan Jerawat? Berikut Cara Menghilangkan Jerawat dengan Teknologi Terkini


Jerawat (ilustrasi). Sumber: pixabay.com | Kjerstin_Michaela

Jerawat merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering ditemui oleh sebagian besar dari kita. Menurut penelitian, prevalensi jerawat sebagai suatu masalah kesehatan sangat tinggi, yaitu mencapai 90% khususnya pada kalangan remaja dan dapat tetap menghinggapi kita hingga usia dewasa yang ditemukan pada kisaran 12%-14% pasien.

Jerawat atau yang sering juga dikenal sebagai acne vulgaris meskipun secara khusus tidak menyebabkan persoalan kesehatan yang sangat serius, akan tetapi biasanya dapat menyebabkan berbagai efek kesehatan lain jika tidak ditangani dengan baik seperti gatal, infeksi dan lain sebagainya. Selain itu, seseorang yang memiliki banyak jerawat biasanya akan cenderung kurang percaya diri, terlebih apabila jerawat tersebut menghinggapi kaum hawa.

Sebagaimana terungkap dalam sebuah artikel ilmiah berjudul "Acne Scarring-Pathogenesis, Evaluations, and Treatment Options" yang diterbitkan di Jurnal The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, September 2017, jerawat atau acne vulgaris pada umumnya dapat menyebabkan berbagai keluhan berupa bekas jerawat (scar). Untuk itu para peneliti dalam artikel tersebut mencoba membahas mengenai cara menghilangkan jerawat atau tepatnya treatment bekas luka jerawat melalui pendekatan algorithmic dalam penanganan bekas luka jerawat berdasarkan klasifikasi tipe bekas jerawat yaitu tipe erythematous dan tipe athropic.

Menurut definisinya dalam tulisan tersebut, jerawat itu sendiri merupakan proses inflamasi yang terlokalisir di bagian pilosebaceous di wajah, dada, lengan atas, dan punggung. Sementara proses terbentuknya luka bekas jerawat secara umum dimulai dari microcomedones-closed comedones-inflammatory lessions-postinflammatory erythema (PIE)-postinflammatory hiperpigmentation-dan scarring (bekas luka jerawat).

Pendekatan cara menghilangkan jerawat dengan penanganan bekas luka jerawat yang ditawarkan oleh empat peneliti ini yaitu Deirdre Connolly, Ha Linh Vu, Kavita Mariwalla, dan Nazanin Saedi adalah mengikuti proses atau alur algorithmic tertentu. Dengan proses algoritmik tersebut, penanganan dimulai dengan memeriksa apakah terdapat erythematous (kemerahan pada kulit). Connolly et.al merekomendasikan untuk seawal mungkin melakukan treatment terhadap "jerawat aktif" sebelum sempat masuk pada penanganan bekas luka jerawat.

Apabila terindikasi scar-associated erythema atau bekas luka yang diasosiasikan dengan erythema, maka penanganan selanjutnya adalah dengan vascular laser yaitu antara lain Pulsed Dye Laser (PDL) dan pendekatan vascular laser lainnya (frequency-doubled Nd:YAG, intensed pulsed light (IPL) dan EDL).

Selanjutnya, apabila bekas luka tipe athropic terlihat maka penanganan atau cara menghilangkan jerawat atau lebih tepatnya luka bekas jerawat yang dilakukan dapat melalui terapi laser, kimia, dermabrasion, microneedling dan terapi frekuensi radio.

Nah, salah satu teknologi terkini yang muncul akhir-akhir ini adalah Picosecond 755nm Alexandrite laser, yang memiliki kemampuan terapi dengan durasi pulse yang lebih pendek sehingga energi yang dikeluarkan lebih sedikit dan tentunya efek sampingnya juga relatif lebih kecil.

Teknologi laser Picosecond 755nm Alexandrite laser ini telah mendapatkan approval dari FDA yaitu badan pengawasan makanan dan obat-obatan AS untuk penanganan tato dan bekas luka/lesi berpigmentasi sejak 2014. Dengan didukung susunan lensa difraksi teknologi teranyar ini bahkan mampu mendukung penanganan pada permukaan kulit yang lebih luas.

Bagaimana, masih pusing dengan jerawat anda? Untuk informasi lebih lengkap silahkan baca artikel ilmiah di jurnal tersebut dan tentunya konsultasikan selalu dengan Dokter anda. Semoga bermanfaat!

Sebagai alternatif, berikut informasi harga beberapa obat jerawat yang terdapat di pasaran Indonesia yang mungkin saja cocok buat anda:



Sumber: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5749614/


No comments:

Post a Comment