Portal Pengumuman

Pengumuman, Event, Beasiswa Pendidikan, Event Olahraga, Teknologi Terbaru, dan berbagai informasi terkini lainnya.

Loading...

Thursday, June 14, 2018

Review Produk: Spesifikasi dan Harga Xiaomi Mi Notebook Air 12.5"


Pada artikel kali ini saya memutuskan untuk menulis review mengenai Xiaomi Mi Notebook Air 12.5". Dalam artikel ini selain membahas mengenai berbagai hal teknis terkait produk laptop atau ultrabook Xiaomi Mi Notebook Air ini, saya juga akan memberikan perkiraan harga dari laptop ringan dan kompak ini. Semoga infromasi yang saya sampaikan di artikel ini dapat membantu anda nantinya dalam memutuskan apakah anda lanjut dengan Xiaomi Mi Notebook Air ini atau tidak.

Salah satu latar belakang kenapa saya sekitar tahun 2017 awal mulai mencari informasi mengenai laptop atau ultrabook yang super ringan dan compact berawal dari cidera bahu dan belikat saya yang seringkali kambuh. Rasa sakit dan pegal pada otot bahu yang menjalar ke pundak dan punggung mau tidak mau memaksa saya untuk memikirkan kembali tentang beban yang sehari-hari harus menggantung di pundak.

Sehari-hari saya harus berangkat dan pulang kantor dengan sepeda motor menempuh jarak sekitar 7-8 Km sekali jalan. Di sepanjang perjalanan itu pula tas backpack saya tentu saja terus menempel di punggung. Kalau pun tas tersebut sedikit saya kendorkan dan bagian bawahnya menempel jok kondaraan, maka beban yang ada Alhamdulillah sedikit berkurang, meskipun tetap saja terasa.

Beban yang saya bawa sehari-hari biasanya tidak terlalu banyak, hanya perlengkapan kerja seperti laptop, dokumen-dokumen, charger, harddisk eksternal, sebuah buku, dan beberapa hal kecil lain. Sebenarnya jika kondisi otot belikat dan bahu saya tidak pernah mengalami cidera saya rasa beban berupa laptop Sony Vaio SVT13125CVS 13" ultrabook (discontinued) dengan berat sekitar 1.5 Kg (termasuk baterai akan tetapi belum termasuk berat charger) dan beberapa dokumen tidaklah terlalu berat. Akan tetapi ternyata semakin lama laptop yang aslinya lumayan ringan ini seringkali tetap menimbulkan sakit di pundak dan belikat, terlebih ketika dipasangkan dengan tas backpack lama saya (modelnya mirip tas Polo ini tapi merk nya saya lupa).

Untuk itulah akhirnya pada tahun 2017 itu saya mencari-cari alternatif lain, baik tas backpack lain yang jauh lebih ringan maupun laptop yang lebih ringan dan compact. Jatuhlah pilihan saya pada tas backpack saya yang saya pakai hingga sekarang (silahkan baca review-nya di sini) dan laptop/ultrabook Xiaomi Mi Notebook Air 12.5 (PS: saya dulu belinya hanya sekitar 75% dari harga yang tertera di situ, tapi saya lupa apa nama toko online-nya). Awalnya saya pengen beli Macbook Air yang biasa (bukan retina) tapi saya urungkan niat karena melihat spesifikasi (khususnya spesifikasi layar) yang jauh lebih baik Xiaomi Notebook Air ini dengan perbedaan harga yang signifikan (maklum ingin irit namun bisa dapat barang yang bagus hehe..).

Nah, setelah laptop ini datang (cukup cepat juga sampai di tangan) saya segera unboxing dan sesuai dengan ekspektasi. Satu-satunya yang tidak menyenangkan adalah OS-nya yang berupa OS Windows akan tetapi Chinese Edition, sehingga saat booting pertama kali langsung disambut huruf China, otomatis tidak tahu dong tombol apa yang harus dipencet. Namun tidak masalah, karena memang sejak awal saya sudah berencana untuk memasang OS Linux di laptop saya yang ini. OS kandidat terbaik saat itu untuk laptop ini yaitu Deepin OS (you'll love it!). Kalau anda ingin tahu seperti apa wujud OS Linux distro Deepin ini, silahkan lihat di sini.

Kembali ke laptop Xiaomi Mi Notebook Air 12.5, laptop/ultrabook ini cukup ringan (beratnya mungkin sekitar 0.5 Kg saja, belum termasuk charger), compact, serta keren. Meskipun secara desain agak mencontek desain Macbook Air, akan tetapi secara eksekusi detailnya laptop ini memiliki perbedaan cukup banyak dengan produk Apple tersebut.

Ukuran kompak, 12.5". Body metal dengan build quality yang bagus. Perbedaan terletak pada lengkungan di sudut yang cukup kecil, tidak sebesar pada Macbook.
 Apabila dilihat secara sambil lalu, laptop ini memiliki desain yang elegan dan cukup kompak. Selain itu body laptop memiliki build quality yang cukup bagus. Perbedaan dengan Macbook Air terletak pada bidang belakang layar yang tidak menampilkan logo sama sekali serta bagian lengkungan sudutnya yang kecil.

Dilihat di bagian dalam, layarnya terlihat elegan mengingat ruang framenya cukup tipis hampir memenuhi keseluruhan space yang ada. Logo Mi ditempatkan pada bagian bawah layar. Di bagian atas layar terdapat webcam dan sensor.
Di bagian depan layar laptop ini terlihat cukup elegan dengan layar yang hampir memenuhi seluruh ruang monitor yang ada. Frame berwarna hitam menambah kesan premium laptop ini, padahal dari sisi harga hanya sekitar 2/3 dari harga produk pesaingnya yang telah lebih dulu ada.

Di sini dapat anda lihat juga bahwa saya membenamkan Deepin OS (GNU/Linux) di laptop saya ini. Selama saya memakai OS ini saya cukup puas, hanya saja yang perlu perhatian adalah driver touchpad (agar touchpad langsung bisa dikenali dan dipakai kernel yang diinstall adalah kernel 4.4.0-3-deepin-amd64) dan menu recovery yang sering tidak tampil utuh terlebih saat dibutuhkan. Untuk itu, selain kernel tadi, jika anda ingin memasangkan Deepin OS dengan laptop ini saya sangat menyarankan anda install Timeshift dan segera buat restore point setelah sistem anda terinstall lengkap.

Logo Mi
Backlit keyboard.
Karena desainnya sedikit banyak "terinspirasi" desain Macbook Air, maka laptop Xiaomi Mi Notebook Air 12.5 ini juga membenamkan fitur backlit keyboard sehingga pengguna tetap dapat mengetik dengan baik bahkan di ruangan dengan cahaya yang remang.

Processor Intel Core M3.
Dari sisi tenaga, laptop ini ditenagai Prosesor Intel Core M3, yaitu tipe prosesor yang memang dirancang untuk ultrabook sehingga mengoptimalkan kinerja sekaligus menghemat daya baterai. Pada penggunaan normal (mengetik, kerjaan kantor) daya baterai laptop ini dapat bertahan sekitar 5-6 jam. Menurut produsennya pada saat standby daya baterainya bahkan bisa tahan hingga 9 jam. Namun berdasar pengalaman, pada saat standby dengan diselingi pekerjaan-pekerjaan ringan, daya baterai laptop ini mampu bertahan pada kisaran 7 jam saja.

Nah seperti ini tampilan Deepin OS (Linux). Tidak kalah keren dengan OS lain kan?
Nah, foto di atas menampilkan tampilan Deepin OS (Linux) di laptop ini. Cukup menarik kan? Jika anda dapat melihat langsung tentu anda akan cukup puas karena kedalaman pixel layar laptop ini sudah cukup baik sehingga titik-titik pixel tidak terlalu terlihat (jauh berbeda dengan laptop saya sebelumnya Sony Vaio SVT13125CVS 13).

Secara teknis spesifikasinya adalah: CPU Intel(R) Core(TM) m3-6Y30,  CPU speed 0.9 GHz, CPU Core 4, Memory 4 GB, harddisk Solid State Drive (SSD) 128 GB. Saya rasa keterbatasan kapasitas penyimpanan ini yang jadi salah satu kendala (meskipun secara filosofi desain memang ultrabook untuk keperluan mobile memang sebaiknya berkapasitas penyimpanan tidak terlalu besar). Untuk hal lain tidak terlalu masalah, bahkan laptop ini mampu menjalankan software GIS yaitu QGIS dan mampu memproses citra satelit meskipun agak sedikit lebih lambat dari laptop pada umumnya.

Namun, kembali lagi bahwa tujuan awal saya menggunakan laptop ini adalah karena laptop ini dapat dibilang sangat ringan dan nyaman dibawa kemana-mana. Apabila pertimbangan desain, compactness, serta bobot laptop yang ringan yang menjadi kriteria utama bagi anda, saya rasa laptop Xiaomi Mi Notebook Air 12.5 ini sangat layak untuk dipertimbangkan.



No comments:

Post a Comment